Perubahan Iklim
Media/Video Pembelajaran (Embed Link)
Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)
Ulasan Media/Video Pembelajaran
Di atmosfer, ada banyak gas seperti misalnya karbon dioksida, metana, nitrogen oksida.
Gas-gas ini disebut juga gas rumah kaca, dan memang perlu ada untuk memerangkap sinar matahari yang masuk ke bumi,
sehingga suhu di bumi hangat dan cocok untuk kehidupan manusia. Tapi masalahnya, sekarang gas-gas ini jadi terlalu banyak jumlahnya di atmosfer sehingga terlalu banyak sinar matahari yang diperangkap. Akibatnya, suhu di bumi jadi makin panas. Nah, naiknya suhu di bumi ini menyebabkan perubahan iklim dan berbagai masalah seperti kekeringan, banjir, dan sebagainya.
Jadi, perubahan iklim adalah perubahan secara drastis pada suhu udara, curah hujan, maupun pola angin dalam jangka waktu 10 tahun atau lebih
Menurut para ahli, ini kebanyakan akibat dari aktivitas manusia sendiri. Ternyata, secara tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari kita sendiri juga telah menyebabkan timbulnya gas-gas berbahaya tersebut.
Berbagai gas buangan dari asap motor atau mobil yang kita kendarai. Gas CFC dari kulkas dan AC yang kita nyalakan di rumah.
Gas CO2 yang tidak bisa diserap oleh pohon-pohon yang sudah ditebang untuk dijadikan pemukiman atau jalan.
Gas metana yang dihasilkan ternak dan digunakan untuk pupuk tanaman yang kita makan.
Indonesia sendiri telah menjadi salah satu produsen gas rumah kaca terbesar di dunia. Sekitar 80% dari gas-gas ini ternyata berasal dari hilangnya lahan gambut dan hutan di Indonesia.
Gas-gas tersebut yang tadinya tersimpan di hutan jadinya dilepas ke atmosfer karena lahannya dibakar atau ditebang.
Di laut Permukaan laut naik. Karena suhu bumi makin panas, es dan gletser di daerah kutub meleleh sehingga permukaan air laut naik.
Karena permukaan air laut naik, daerah-daerah pesisir atau pulau-pulau kecil tenggelam.
Laut lebih panas dan asam. Ini terjadi karena laut menyerap karbon dioksida. Akibatnya ekosistem terumbu karang akan rusak dan hewan-hewan laut kehilangan tempat tinggal.
Kepunahan makhluk hidup. Hewan atau tumbuhan laut, dan juga darat, yang tidak dapat beradaptasi dengan suhu yang panas akan terancam dan punah.
Di darat Cuaca ekstrem dan bencana alam.Ini akan terjadi lebih sering dan parah, seperti banjir, kekeringan, tornado, topan, dan gelombang panas. Semua itu bisa menyebabkan kerusakan dan kematian. Gangguan kesehatan. Kalau terlalu panas, manusia dapat mengalami heat stroke (serangan panas) pada tubuh.
Gejalanya mulai dari mual-mual hingga menyebabkan kematian. Menipisnya lapisan ozon dapat menyebabkan kanker kulit dan penyakit lainnya.
Banyak wabah. Kenaikan suhu juga dapat meningkatkan penyebaran wabah penyakit, seperti malaria, kolera, dan demam berdarah karena nyamuk pembawa virus lebih mudah berkembang biak.
Masa panen bergeser. Perubahan iklim juga menyebabkan curah hujan semakin tinggi dan tidak menentu,
sehingga terjadi perubahan masa tanam dan panen, atau munculnya wabah dan hama tanaman baru.
Akibatnya, jumlah dan kualitas hasil pertanian menurun, bahkan bisa gagal panen. Bahan pangan jadi lebih sedikit dan mahal harganya.
Masalah sosial. Konflik atau peperangan dapat terjadi kalau ada kekurangan bahan pangan atau air bersih akibat kekeringan atau banjir
Informasi Pengulas
Catatan Ulasan
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.



