PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PEMBELAJARAN
Ulasan Ilmiah
Pendidikan Pancasila merupakan bekal bagi siswa untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Dari hasil observasi yang peneliti lakukan di SD Negeri 01 Buran, siswa merasa bosan dan kurang tertarik dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Siswa masih suka bermain tanpa memperhatikan pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga mereka sulit menjawab pertanyaan yang diajukan. Oleh karena ini, perlu inovasi baru seperti pendekatan Diferensiasi dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk mengatasi hambatan pembelajaran.
Dengan penerapan diferensiasi, guru mampu memberikan dukungan sesuai dengan perbedaan gaya, minat, dan kemampuan siswa agar mereka mampu mencapai potensi maksimalnya. Model PBL dipih karena dirasa mampu membentuk kemampuan berpikir tinggi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di SDN 01 Buran dengan subyek penelitian sebanyak 13 siswa kelas V(5 perempuan dan 8 laki-laki). Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara terhadap guru, siswa, dan kepala sekolah serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis lalu di lakukan triangulasi sumber dengan membandingkan temuan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Di hasil penelitian dan pembahasan, pendekatan diferensiasi dengan model PBL diterapkan pada materi “Menjadi Anak Hebat dengan Menerapkan Norma” di kelas V SD Negeri 01 Buran. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menyatakan bahwa model PBL sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Peneliti juga mewawancari beberapa siswa kelas V dan salah satu dari mereka menyatakan menyukai pembelajaran dengan model PBL. Hasil observasi selama pembelajaran menunjukkan siswa lebih aktif berpartisipasi ketika mereka diberi kebebasan dalam berpikir dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. Studi dokumentasi juga memperlihatkan adanya peningkatan hasil evaluasi siswa pada aspek pemahaman konsep norma dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan ini diketahui bahwa model PBL efektif diterapkan pada pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, rekan guru juga merasa senang karna mendapati pendekatan diferensiasi efektif untuk diterapkan agar menarik minat siswa dalam pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kelebihan Artikel: Artikel ini memiliki topik yang relevan dengan permasalahan di dunia pendidikan mengenai keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dalam pendahuluan, diberikan sumber-sumber yang selaras dengan artikel yang dibuat serta diberikan gap penelitian yang memberikan alasan mengapa penelitian ini perlu diteliti. Metode yang dijelaskan secara rinci sehingga mudah dipahami. Dari hasil pembahasan sendiri, peneliti memberi gambaran bagaimana perubahan perilaku siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model PBL dengan pendekatan berdiferensiasi. Selain itu, peneliti juga menjelaskan bagaimana sintaks yang dilakukan selama pembelajaran secara sistematis.
Kelemahan Artikel: Keterbatasan jumlah subjek penelitian membuat hasil penelitian sulit untuk digeneralisasikan. Dari segi penulisan, masih terdapat beberapa bagian yang kurang efektif dan repetitif sehingga mengurangi kekuatan penyampaian secara akademik.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.



