Relevansi Metode Role Playing dalam Mendukung Ekosistem Kurikulum Merdeka Belajar.
Ulasan Ilmiah
Artikel yang ditulis oleh Nahdliatul Latifah dan Ika Priantari ini sangat relevan dengan isu pendidikan kontemporer di Indonesia, yaitu transformasi kurikulum menuju Merdeka Belajar. Penulis menggarisbawahi bahwa inti dari Merdeka Belajar adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bebas tekanan, sesuai dengan filosofi “Sistem Among” Ki Hajar Dewantara. Melalui metode library research, artikel ini berhasil membuktikan secara teoretis bahwa Role Playing bukan sekadar metode sandiwara, melainkan alat untuk memberikan ruang ekspresi bagi potensi unik setiap siswa.
Poin yang menarik dalam ulasan ini adalah bagaimana metode ini mampu memfasilitasi “kodrat alam” dan “kodrat zaman” siswa. Dalam praktiknya, Role Playing mengubah ruang kelas menjadi laboratorium sosial di mana siswa mengasah keterampilan abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication). Siswa tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan subjek aktif yang mengeksplorasi peran dan tanggung jawab. Hal ini sangat sinkron dengan profil Pelajar Pancasila yang mandiri dan kreatif.
Namun, penulis juga memberikan catatan kritis mengenai tantangan guru dalam manajemen waktu dan persiapan skenario. Sebagai mahasiswa calon guru, saya memandang bahwa keberhasilan metode ini sangat bergantung pada kemampuan guru dalam memberikan umpan balik yang reflektif setelah sesi bermain peran selesai. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan penguatan bahwa untuk mewujudkan Merdeka Belajar, guru perlu beralih dari metode ceramah ke metode yang lebih humanis dan interaktif seperti Role Playing.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.



